News

  • Universitas Harkat Negeri Tegal Gandeng Hotel Bintang Empat, Siapkan Ekosistem Belajar Hospitality Berbasis Industri

    21/05/26

    Program Studi Perhotelan Universitas Harkat Negeri Tegal menjajaki kerja sama strategis dengan Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang dalam pengembangan model pembelajaran berbasis industri bertajuk Immersive Hospitality Learning Ecosystem (IHLE). Kolaborasi ini digadang menjadi langkah inovatif dalam menciptakan lulusan hospitality yang siap menghadapi tantangan industri pariwisata modern.

    Program IHLE dirancang sebagai ekosistem pembelajaran hospitality berbasis praktik industri nyata yang mengintegrasikan proses akademik dengan pengalaman langsung di dunia kerja. Mahasiswa nantinya tidak hanya mendapatkan materi teori di ruang kelas, tetapi juga akan terlibat dalam dinamika operasional hotel, manajemen pelayanan, pengelolaan bisnis, hingga penguatan kompetensi profesional secara langsung di lingkungan industri hospitality.

    Kepala Program Studi Perhotelan Universitas Harkat Negeri Tegal, Hendra ST., MM., menegaskan bahwa dunia pendidikan hospitality membutuhkan transformasi pendekatan pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

    “Kami ingin menghadirkan pola pembelajaran yang lebih aplikatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan industri hospitality saat ini. Melalui konsep Immersive Hospitality Learning Ecosystem, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengalami langsung dinamika operasional dan budaya kerja industri hospitality secara nyata,” ujarnya.

    Menurut Hendra, konsep pembelajaran berbasis industri menjadi kebutuhan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia hospitality yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Sementara itu, General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang, Setya Teguh Yuwana, AMd.SE., CHM., menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama antara dunia pendidikan dan industri merupakan langkah strategis dalam membangun kualitas SDM hospitality di Indonesia.

    “IHLE bukan sekadar program praktik kerja lapangan, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran industri yang memungkinkan mahasiswa memahami hospitality secara menyeluruh, mulai dari operational exposure, service excellence, revenue awareness, hingga profesionalisme kerja. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan SDM hospitality yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

    Dalam rencana pengembangannya, IHLE akan menghadirkan berbagai program berbasis industri yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa secara komprehensif. Program tersebut meliputi Industry Immersion Program, Professional Mentoring, Revenue & Business Exposure, Executive Sharing Session, Hospitality Leadership Development, hingga Career Acceleration Program.

    Melalui program-program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara utuh operasional industri hospitality, mulai dari pelayanan tamu, pengelolaan bisnis hotel, strategi peningkatan pendapatan, hingga kepemimpinan di sektor pariwisata dan perhotelan.

    Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan industri dalam menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi, pengalaman kerja, dan kesiapan profesional yang lebih matang di bidang hospitality dan pariwisata.

    Dengan adanya inisiatif tersebut, Prodi Perhotelan Universitas Harkat Negeri Tegal bersama Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang optimistis dapat menghadirkan model pembelajaran hospitality yang lebih modern, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri masa depan.

  • Bangun Mental Layanan, Front One Hotel Pamekasan Tempa SDM di Semarang

    21/05/26

    Upaya memperkuat daya saing di industri perhotelan terus dilakukan Front One Hotel Pamekasan Madura. Salah satunya melalui pelatihan intensif bertajuk “Working Motivation for Hotelier” yang digelar di Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang, menghadirkan praktisi hospitality nasional Teguh Liberty sebagai pengisi utama.

    Program ini diikuti puluhan karyawan lintas divisi, mulai dari front office, housekeeping hingga security. Fokusnya tidak sekadar peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan pola pikir pelayanan, profesionalisme, dan kualitas interaksi dengan tamu.

    Dalam sesi pelatihan, Teguh Liberty—yang juga menjabat sebagai General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang—menekankan bahwa industri perhotelan tidak hanya berbicara soal operasional, melainkan tentang pengalaman yang dirasakan tamu secara utuh.
    “Hotel bukan hanya tempat menginap, tapi tempat tamu merasakan kenyamanan, dihargai, dan dilayani dengan hati. Kunci utamanya ada pada attitude, bukan hanya skill,” ujar Teguh di hadapan peserta.

    Materi yang disampaikan mencakup penguatan motivasi kerja, komunikasi efektif, pelayanan prima (service excellence), serta pembentukan karakter profesional di lingkungan kerja. Pelatihan berlangsung dinamis melalui pendekatan praktis, studi kasus, hingga berbagi pengalaman riil yang relevan dengan tantangan industri hospitality saat ini.

    Manajemen Front One Hotel Pamekasan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Dalam industri jasa yang sangat bergantung pada interaksi manusia, investasi pada SDM dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan.

    “Kami ingin seluruh tim memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik. Pelatihan ini menjadi momentum untuk menyatukan energi, meningkatkan motivasi, dan memperkuat budaya kerja positif,” ujar perwakilan manajemen.

    Lebih dari sekadar peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama tim. Sinergi antar divisi dinilai krusial dalam memastikan standar pelayanan yang konsisten dan mampu menjawab ekspektasi tamu yang semakin tinggi.

    Dengan pelatihan ini, Front One Hotel Pamekasan menargetkan peningkatan kualitas layanan secara langsung, sekaligus mendorong tingkat kepuasan tamu. Di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin ketat, pendekatan humanis dan profesional menjadi kunci diferensiasi.

    Teguh Liberty sendiri dikenal sebagai praktisi dan konsultan manajemen hotel yang telah menangani berbagai properti di Indonesia. Selain aktif di operasional, ia juga konsisten terlibat dalam pengembangan SDM sektor pariwisata dan perhotelan melalui berbagai program pelatihan.

    Melalui langkah ini, Front One Hotel Pamekasan menunjukkan bahwa penguatan mental layanan bukan sekadar jargon, melainkan strategi konkret untuk bertahan dan tumbuh di tengah dinamika industri. 

  • STIEPARI Semarang Luncurkan Program “Immersive Hospitality”, Bekerjasama Dengan IHCM

    21/05/26

    STIEPARI Semarang bersiap menghadirkan terobosan baru dalam pendidikan tinggi pariwisata melalui peluncuran Immersive Hospitality Industry Program, sebuah model pembelajaran berbasis industri yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata dunia kerja sektor perhotelan dan pariwisata yang terus berkembang dinamis.

    Program inovatif ini dikembangkan melalui kolaborasi strategis dengan IHCM (Immersive Human Capital Management), sebuah inisiatif pengembangan sumber daya manusia berbasis praktik industri yang digerakkan oleh para praktisi hospitality. Kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.

    Konsep utama program ini mengusung pendekatan pembelajaran terintegrasi melalui skema enam bulan penguatan praktik industri (immersive industry experience). Melalui model tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional serta manajemen industri hospitality secara nyata.

    Menjawab Kebutuhan Industri Hospitality

    Ketua STIEPARI Semarang, Haniek Listyorini, menegaskan bahwa program ini merupakan respons strategis terhadap perubahan kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata dan perhotelan yang menuntut kompetensi praktis sekaligus adaptif.

    “Kami melihat adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan model pendidikan yang lebih adaptif terhadap dinamika industri. Immersive Hospitality Industry Program menjadi salah satu bentuk komitmen STIEPARI dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, aplikatif, dan berbasis kebutuhan dunia kerja,” ujar Haniek, Kamis (26/3/2026).

    Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya memahami konsep akademik, tetapi juga harus memiliki pengalaman industri yang kuat sejak masa studi.

    Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Industri

    Program ini turut melibatkan praktisi industri secara aktif dalam proses penyusunan hingga implementasi kurikulum. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan selaras dengan standar industri hospitality modern.

    Direktur IHCM, Setya Teguh Yuwana, menilai pendekatan immersive learning menjadi elemen kunci dalam mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus memiliki kapasitas kepemimpinan.

    “Melalui pendekatan immersive industry-based learning, mahasiswa tidak hanya belajar tentang hospitality, tetapi mengalami langsung dinamika operasional dan manajerial di industri. Ini adalah langkah penting untuk membangun future hospitality leaders,” jelas Teguh.

    Tiga Jalur Pengembangan Kompetensi

    Dalam implementasinya, program ini menghadirkan tiga jalur pengembangan kompetensi utama yang disesuaikan dengan kebutuhan karier di industri hospitality, yakni:

    1. Immersive Program for Professional Hotelier
    2. Immersive Program for Hotel Engineering
    3. Immersive Program for GM/HM Candidate

    Ketiga jalur tersebut dirancang untuk membentuk kompetensi mahasiswa secara bertahap, mulai dari level operasional hingga kesiapan kepemimpinan manajerial di sektor perhotelan.

    Menuju Pendidikan Hospitality Berbasis Industri

    Peluncuran program ini sekaligus menegaskan posisi STIEPARI Semarang sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengedepankan pendekatan industry-driven education. Sinergi dengan IHCM diharapkan menjadi fondasi awal terbentuknya ekosistem pendidikan hospitality yang lebih adaptif, kuat, dan selaras dengan kebutuhan industri nasional maupun global.

    Langkah ini juga mencerminkan perubahan paradigma pendidikan tinggi pariwisata, dari sekadar transfer pengetahuan menuju pengalaman industri yang nyata dan terukur.

    STIEPARI Semarang merupakan institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu ekonomi dan pariwisata, dengan komitmen menghasilkan lulusan kompeten dan berdaya saing tinggi di industri.

    Sedangkan IHCM adalah platform pengembangan sumber daya manusia berbasis industri hospitality yang mengintegrasikan praktik lapangan, experiential learning, serta pendekatan strategis dalam pengembangan talenta pariwisata.

  • Grand Arkenso Gandeng KRESSEM, Perkuat Semarang sebagai Kota Kreatif dan Destinasi MICE

    21/05/26

    Grand Arkenso Parkview Hotel resmi menggandeng KRESSEM (Kreator Semarang) dalam kolaborasi strategis untuk memperkuat posisi Kota Semarang sebagai kota kreatif sekaligus destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang dinamis. Sinergi ini menandai langkah konkret dunia perhotelan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di jantung ibu kota Jawa Tengah.

    Kerja sama tersebut tidak sekadar menghadirkan agenda seremonial. Grand Arkenso memosisikan diri sebagai Center of Collaboration—ruang temu yang menyatukan pelaku industri kreatif, akademisi, komunitas, hingga sektor pariwisata dalam satu ekosistem yang saling menopang.

    General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel, Setya Teguh Yuwana, menegaskan komitmen hotel untuk melampaui fungsi konvensional sebagai penyedia akomodasi.

    “Grand Arkenso tidak hanya ingin menjadi tempat menginap, tetapi menjadi rumah bagi ide, karya, dan kolaborasi. Bersama KRESSEM, kami ingin menghadirkan energi baru bagi Kota Semarang melalui event kreatif, pertunjukan seni, diskusi publik, hingga aktivasi ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujar Setya Teguh Yuwana, Rabu (11/2/2026).

    Menurutnya, kolaborasi ini akan diisi dengan program rutin yang terstruktur dan berorientasi dampak. Di antaranya Creative Talk & Business Matching untuk mempertemukan kreator dengan pelaku usaha, Jazz & Cultural Night sebagai panggung ekspresi seni, Creative Market & UMKM Showcase, workshop dan pelatihan ekonomi kreatif, serta aktivasi ruang publik hotel bagi komunitas.

    Langkah tersebut sekaligus mempertegas positioning Grand Arkenso sebagai hotel yang mendukung pengembangan sumber daya manusia dan industri kreatif daerah. Di tengah persaingan sektor hospitality, pendekatan berbasis kolaborasi dinilai menjadi diferensiasi yang relevan dengan karakter Semarang sebagai kota perdagangan, budaya, dan jasa.

    Mewakili KRESSEM, Chaterin “Keket” dari Komunitas Jazz Ngisor Ringin menyampaikan apresiasi atas keterbukaan manajemen hotel terhadap komunitas kreatif lokal.

    “Kami melihat Grand Arkenso sebagai mitra strategis yang memahami pentingnya ruang ekspresi bagi kreator. Kolaborasi ini bukan hanya soal event, tetapi tentang membangun kebanggaan kota melalui karya-karya anak Semarang,” ungkapnya.

    Ia menilai keterlibatan sektor hospitality dalam mendukung komunitas menjadi sinyal positif bahwa hotel tidak lagi berdiri sebagai entitas bisnis semata, melainkan bagian dari penggerak ekosistem ekonomi kreatif.

    Dukungan akademik turut menguatkan kolaborasi ini. Bayu Artian, akademisi pariwisata dari Universitas Stikubank (UNISBANK), menyebut sinergi antara hotel, komunitas, dan kampus sebagai model ideal pembangunan pariwisata berbasis jejaring.

    “Kemajuan pariwisata kota sangat ditentukan oleh kekuatan jejaring. Ketika hotel, komunitas kreatif, dan akademisi bersinergi, maka akan tercipta experience economy yang lebih kuat. Ini bukan hanya menghidupkan event, tetapi membangun citra kota secara berkelanjutan,” jelas Bayu.

    Ia menambahkan, Semarang memiliki modal besar sebagai kota kreatif berbasis budaya, musik, kuliner, dan industri digital. Yang dibutuhkan adalah ruang, konsistensi program, serta dukungan lintas sektor agar potensi tersebut bertransformasi menjadi daya saing nyata.

    Kolaborasi Grand Arkenso dan KRESSEM diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan pelaku kreatif lokal, menghadirkan ruang ekspresi berkelas, serta memperkuat branding Semarang sebagai kota kreatif.

    Di tengah kompetisi destinasi MICE nasional, inisiatif ini menjadi penanda bahwa transformasi kota tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada keberanian membangun jejaring kolaboratif. Jika konsisten dijalankan, kemitraan ini bukan hanya meramaikan kalender acara, melainkan memberi dampak ekonomi riil bagi pelaku kreatif dan masyarakat luas.

  • Citiasia Inc. Resmikan Citiasia Nexus Hub Central Java di Semarang

    21/05/26

    Mengawali tahun 2026, Citiasia Inc. mengambil langkah strategis dengan meresmikan Citiasia Nexus Hub Central Java, kantor cabang pertamanya yang berlokasi di Hotel Grand Arkenso Parkview, Kota Semarang. Kehadiran hub ini menegaskan posisi Citiasia Inc. sebagai think tank smart city yang kian serius memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan kota dan kawasan di Indonesia.

    Citiasia Nexus dirancang bukan sekadar kantor operasional, melainkan simpul kolaborasi dan percepatan pengembangan smart city pada berbagai skala, mulai dari kota dan kabupaten, kawasan metropolitan, hingga provinsi. Khusus di Jawa Tengah, Citiasia Nexus Hub Central Java disiapkan untuk mengakselerasi pengembangan sejumlah kawasan strategis, seperti Kawasan Metropolitan Kedungsepur atau Semarang Raya, kawasan Bokor (Borobudur–Kopeng–Rawa Pening), serta berbagai kawasan ekonomi baru yang membentang di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

    Berlokasi di pusat Kota Semarang yang memiliki konektivitas tinggi, Citiasia Nexus diproyeksikan menjadi ruang temu dan orkestrasi kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga media diharapkan dapat memanfaatkan hub ini sebagai wadah sinergi melalui pendekatan pentahelix. Pendekatan tersebut dinilai krusial untuk menyelaraskan kebijakan, inovasi, dan praktik terbaik pembangunan kota dan kawasan secara lebih terintegrasi, termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia yang menjadi prasyarat utama implementasi smart city.

    Peresmian Citiasia Nexus dilakukan langsung oleh CEO Citiasia Inc., Fitrah R. Kautsar, dan dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama pengembangan kawasan dan destinasi pariwisata berbasis smart city dan smart tourism. MoU tersebut diteken antara Citiasia Inc. dan Grand Arkenso Parkview, yang diwakili General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel, Setya Teguh Yuwana. Sejumlah pengelola kawasan dan destinasi pariwisata turut hadir dalam momentum tersebut.

    Kolaborasi ini menegaskan arah pembangunan lintas sektor yang tengah didorong Citiasia Inc., sebagai think tank smart city, bersama industri pariwisata dan para pemangku kepentingan kawasan. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing wilayah melalui pengembangan kawasan yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi.

    Melalui Citiasia Nexus, Citiasia Inc. mendorong agenda pembangunan kota dan kawasan yang mencakup penguatan pariwisata dan city branding, peningkatan kapasitas serta literasi digital, inovasi pembangunan berkelanjutan, hingga penguatan ekosistem pendanaan dan investasi daerah. Agenda ini dirancang untuk menjangkau berbagai skala pembangunan, baik kota, kawasan metropolitan, maupun kawasan ekonomi baru.

    “Citiasia Nexus kami posisikan sebagai simpul kolaborasi dan akselerasi pembangunan kota dan kawasan. Jawa Tengah menjadi titik awal pengembangan Nexus, khususnya untuk mendukung penguatan kawasan metropolitan dan kawasan strategis regional. Ke depan, model ini akan kami kembangkan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari orkestrasi pembangunan kawasan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Fitrah R. Kautsar, Jumat (30/1/2026).

    Kehadiran Citiasia Nexus di Semarang diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus memperkokoh peran Jawa Tengah sebagai salah satu motor penggerak pengembangan smart city di Indonesia. Dengan basis kolaborasi yang lebih solid, Citiasia Inc. menaruh optimisme bahwa pembangunan kota dan kawasan ke depan tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

  • Hotel Jadi Pusat Orkestrasi Pariwisata, TCH Jawa Tengah Resmi Dibentuk

    21/05/26

    Upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi dan berdampak langsung terhadap pergerakan wisatawan di Jawa Tengah memasuki babak baru. Berangkat dari gagasan menjadikan hotel sebagai pusat orkestrasi industri pariwisata, General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang, Setya Teguh Yuwana, menginisiasi pembentukan Tourism Collaboration Hub of Central Java (TCH Jawa Tengah), sebuah pusat kolaborasi terpadu yang menyatukan pelaku destinasi, akomodasi, dan biro perjalanan wisata dalam satu ekosistem kerja bersama, Rabu (28/1/2026).

    Inisiatif tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Dewan Pimpinan Daerah ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) Jawa Tengah dan Dewan Pimpinan Daerah PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Jawa Tengah. Kedua organisasi ini bersepakat mendirikan Tourism Collaboration Hub of Central Java dan menetapkan Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang sebagai pusat aktivitas sekaligus simpul koordinasi kolaborasi industri pariwisata daerah.

    Tourism Collaboration Hub of Central Java diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dengan konsep kolaborasi terpadu yang secara khusus mempertemukan penyedia destinasi wisata, pengelola taman rekreasi, hotel, serta biro perjalanan wisata dalam satu wadah kerja kolaboratif yang aktif. Model ini menandai pergeseran dari pola pertemuan seremonial menuju ruang kerja yang berorientasi pada aksi dan hasil terukur.

    Berbeda dengan forum pariwisata konvensional, TCH Jawa Tengah dirancang sebagai ruang orkestrasi industri yang fokus pada penyusunan paket wisata terintegrasi, business matching lintas pelaku, sinkronisasi produk wisata, hingga penguatan strategi pemasaran kolektif. Tujuannya jelas: mendorong pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi di Jawa Tengah secara lebih sistematis dan terkoordinasi.

    Ketua DPD ASPPI Jawa Tengah, Setyo Legowo, menegaskan bahwa pendirian TCH Jawa Tengah merupakan respons atas kebutuhan nyata industri terhadap model kolaborasi yang lebih konkret dan berdampak langsung.

    “Selama ini pelaku pariwisata sering berjalan sendiri-sendiri. Melalui Tourism Collaboration Hub of Central Java, kami membangun rumah bersama agar biro perjalanan wisata, pengelola destinasi, dan hotel dapat bergerak serempak, saling menguatkan, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

    Senada, Ketua DPD PUTRI Jawa Tengah, Titah, menilai keterlibatan pengelola taman rekreasi dan destinasi wisata dalam hub ini akan memperkuat rantai nilai pariwisata daerah. Menurutnya, banyak destinasi memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya terhubung dengan akses pasar yang terstruktur.
    “Destinasi wisata membutuhkan akses pasar yang jelas dan terorganisasi. Tourism Collaboration Hub of Central Java menjadi jembatan strategis antara destinasi, akomodasi, dan biro perjalanan wisata agar produk wisata tidak hanya menarik, tetapi juga siap jual dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Sebagai inisiator, Setya Teguh Yuwana menekankan bahwa TCH Jawa Tengah lahir dari kebutuhan riil industri terhadap ruang kolaborasi yang hidup, produktif, dan berorientasi pada dampak. Ia menilai peran hotel dalam ekosistem pariwisata harus berevolusi, tidak sekadar sebagai tempat menginap.

    “Hotel tidak lagi cukup hanya menjadi tempat bermalam. Melalui Tourism Collaboration Hub of Central Java, kami mendorong hotel berperan sebagai simpul kolaborasi—tempat ide, jejaring, dan produk pariwisata disatukan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Jawa Tengah,” kata Setya Teguh.

    Ke depan, TCH Jawa Tengah juga akan dikembangkan sebagai pusat pengembangan inovasi pariwisata. Program yang direncanakan meliputi forum diskusi industri, pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, pengembangan paket wisata tematik, hingga kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas.

    Dengan berdirinya Tourism Collaboration Hub of Central Java, ASPPI dan PUTRI Jawa Tengah optimistis akan terbentuk ekosistem pariwisata yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. Inisiatif ini juga diproyeksikan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu motor penggerak pariwisata nasional.

    TCH Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi pusat koordinasi regional, tetapi juga model kolaborasi pariwisata nasional yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia, sebagai jawaban atas tantangan fragmentasi industri dan kebutuhan akan orkestrasi lintas pelaku yang lebih solid dan terukur. 

  • Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang Hadirkan Galeri Lukisan Hidup dari Lantai 1 hingga 11

    21/05/26

     Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang resmi menghadirkan konsep baru dengan menjadikan seluruh area hotel sebagai galeri lukisan hidup melalui kolaborasi bersama komunitas seni lukis Dewan Kesenian Kota Semarang (DEKASE). Inisiatif ini menjadi langkah konkret hotel dalam mendukung ekosistem seni dan budaya lokal, sekaligus menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dan bernilai artistik bagi para tamu.

    Keunikan konsep ini terletak pada penataan galeri seni yang membentang vertikal dari Lantai 1 hingga Lantai 11 hotel. Puluhan karya seni lukis hasil kreasi para perupa Kota Semarang dipajang di berbagai titik strategis, mulai dari area lobby, koridor antar-lantai, hingga ruang-ruang publik hotel. Penempatan ini membuat setiap sudut dan pergerakan tamu di dalam hotel menjadi bagian dari perjalanan artistik yang berkesinambungan.

    General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang, Setya Teguh Yuwana, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan DEKASE merupakan bagian dari visi hotel untuk menghadirkan ruang hidup yang memadukan dunia perhotelan dengan seni dan budaya.

    “Kami ingin Grand Arkenso Parkview Hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan gagasan, rasa, dan kreativitas. Dengan menghadirkan galeri seni dari lantai 1 hingga lantai 11, hotel ini kami rancang sebagai galeri yang hidup—di mana setiap langkah tamu adalah perjalanan seni,” ujar Setya Teguh Yuwana, Jumat (26/12/2025).

    Menurutnya, kehadiran karya seni di dalam ruang hotel tidak sekadar berfungsi sebagai elemen dekoratif, melainkan sebagai medium yang mampu membangun suasana dan pengalaman emosional bagi para tamu.

    “Kami percaya seni adalah energi yang menghidupkan ruang, membangun suasana, dan memberi nilai tambah pada pengalaman menginap. Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap seniman lokal dan perkembangan seni rupa di Kota Semarang,” tambahnya.

    Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang apresiasi yang lebih luas bagi para seniman. Dengan hotel sebagai etalase karya, lukisan-lukisan para perupa Semarang dapat dinikmati oleh beragam kalangan, mulai dari masyarakat umum, tamu hotel, wisatawan domestik, hingga wisatawan mancanegara yang menginap.

    Tidak berhenti pada pameran statis, Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang bersama DEKASE juga merencanakan pengembangan program lanjutan. Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain pameran tematik, diskusi seni, hingga art experience yang melibatkan langsung tamu hotel dalam proses kreatif dan apresiasi seni.

    Melalui konsep hotel sebagai galeri seni vertikal dari lantai 1 hingga lantai 11, Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang menegaskan posisinya sebagai hotel urban yang tidak hanya mengedepankan kenyamanan dan layanan, tetapi juga nilai budaya, kreativitas, serta kolaborasi lintas komunitas. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat peran hotel sebagai bagian dari denyut kehidupan seni dan budaya Kota Semarang.

  • Gen Z Business Bootcamp 2026 Diluncurkan: Grand Arkenso Gandeng HIPMI dan CitiAsia.Inc

    21/05/26

    Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang resmi meluncurkan Gen Z Business Bootcamp Series yang akan mulai berjalan pada 2026. Program ini dirancang sebagai pendampingan bisnis terpadu bagi Generasi Z, sekaligus pengembangan keterampilan masa depan untuk menjawab tantangan ekonomi pasca runtuhnya era “bakar uang” dan turbulensi industri startup nasional, Minggu (16/11/2025)

    Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Grand Arkenso Parkview Hotel, HIPMI Kota Semarang, dan CitiAsia.Inc, yang berkomitmen menghadirkan solusi konkret melalui pelatihan berbasis praktik, penguatan mindset kewirausahaan, serta digital empowerment.

    Dalam dua tahun terakhir, ekosistem startup di Indonesia mengalami tekanan berat akibat pengetatan pendanaan, restrukturisasi perusahaan, hingga pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan pekerja muda. Generasi Z menjadi kelompok yang paling terdampak, terutama mereka yang bekerja atau ingin berkarier di sektor digital.


    Menjadi respons atas kondisi tersebut, Grand Arkenso Parkview Hotel membangun sebuah platform pelatihan yang bertujuan memulihkan kepercayaan diri Gen Z dan membuka peluang menuju kemandirian ekonomi. HIPMI Kota Semarang sebagai komunitas pengusaha muda serta CitiAsia.Inc sebagai lembaga inovasi digital menilai urgensi program ini dan mengambil peran sebagai mitra resmi.

    Kerja sama ini menciptakan sinergi tiga pilar, yaitu industri, komunitas pengusaha, dan lembaga digital. Grand Arkenso menyediakan ruang dan fasilitas pembelajaran, HIPMI berperan sebagai mentor serta penghubung jejaring bisnis, sementara CitiAsia.Inc membawa pendekatan smart economy, data innovation, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

    Gen Z Business Bootcamp Series disusun sebagai program pembekalan komprehensif yang menyatukan tiga fokus utama dalam satu alur pembelajaran terpadu. Program ini tidak hanya memperkuat keterampilan bisnis praktis seperti digital marketing, copywriting, pemanfaatan AI tools untuk produktivitas, personal branding, content creation, serta selling dan communication, tetapi juga membimbing peserta membangun bisnis berbasis keterampilan dengan model usaha yang realistis, mudah dijalankan, dan relevan bagi pasar lokal maupun digital. Lebih jauh, bootcamp ini menanamkan mentalitas eksekutor agar peserta tidak berhenti pada konsep atau gagasan, melainkan terdorong untuk langsung mengeksekusi langkah-langkah konkret menuju kemandirian ekonomi. Seluruh pendekatan tersebut diperkuat oleh upaya menciptakan ekosistem kolaboratif antara Gen Z, UMKM, dan pengusaha muda melalui peran aktif HIPMI Kota Semarang dan CitiAsia.Inc sebagai mitra pendukung.

    Pelaksanaan bootcamp dirancang dalam format pelatihan intensif yang memadukan workshop, simulasi jualan, pembuatan konten real, mentoring bisnis, penyusunan rencana bisnis selama 30 hari, hingga sesi pitching sebagai evaluasi akhir. Setiap rangkaian aktivitas diarahkan untuk memberikan hasil nyata bagi peserta. Pada akhir program, seluruh peserta diharapkan membawa pulang satu keterampilan baru yang dapat menghasilkan pendapatan, satu rencana bisnis yang siap dijalankan, satu portofolio digital, jejaring kerja baru yang relevan, serta perubahan mindset signifikan yang memperkuat karakter kewirausahaan mereka.

    General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang, Setya Teguh Yuwana, menyatakan bahwa program ini dibangun sebagai jembatan antara potensi dan peluang bagi Generasi Z.

    “Generasi Z adalah generasi yang sangat kreatif, tetapi mereka membutuhkan jembatan antara potensi dan kesempatan. Melalui kerja sama dengan HIPMI Kota Semarang dan CitiAsia.Inc, kami menghadirkan program yang betul-betul membumi, realistis, dan aplikatif. Kami ingin menjadikan Grand Arkenso sebagai pusat pembinaan Gen Z, tempat mereka belajar, bertumbuh, dan mulai menghasilkan income dari kemampuan diri sendiri,” ujarnya.

    Secara terpisah, Ketua HIPMI Kota Semarang Oldy Ardhana menegaskan komitmen organisasi dalam mencetak wirausahawan muda.
    “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Grand Arkenso dalam membentuk entrepreneur muda. Bootcamp ini bukan hanya memberikan skill, tetapi juga membuka pintu networking bisnis yang luas bagi Gen Z.”

    Sementara itu, CEO CitiAsia.Inc Fitrah Rahmat Ksutsar menekankan pentingnya pendekatan digital dan data dalam peningkatan kapasitas anak muda.
    “Gen Z adalah fondasi smart economy. Melalui kolaborasi ini, kami menghadirkan pendekatan data-driven dan AI empowerment agar anak muda bisa bersaing di era digital economics saat ini.”

    Dengan peluncuran ini, Gen Z Business Bootcamp Series diproyeksikan menjadi salah satu platform pembinaan generasi muda paling komprehensif di Semarang, sekaligus langkah konkret menuju penguatan ekosistem bisnis berbasis keterampilan di Indonesia. 

  • Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang Dorong Kota Cerdas Lewat Pelatihan 'Smart Waste Management with SIRKULAR System'

    21/05/26

    Indonesia tengah menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, lebih dari 68 juta ton sampah dihasilkan setiap tahun, dan sekitar 40 persen di antaranya belum tertangani dengan baik. Kondisi ini diperparah oleh daya tampung TPA yang kian menipis, pencemaran sungai, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

    Di sisi lain, keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi kendala utama. Rata-rata alokasi APBD untuk pengelolaan sampah hanya 0,7 persen, jauh dari kebutuhan ideal. Sementara itu, sistem retribusi yang belum efisien menjadikan tata kelola persampahan sulit mencapai keberlanjutan finansial.

    Situasi pelik ini menuntut adanya transformasi tata kelola persampahan yang lebih cerdas, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Pengelolaan sampah masa kini tak cukup berhenti pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi harus beranjak menuju sistem berbasis teknologi, ekonomi sirkular, serta kolaborasi lintas sektor.

    Menjawab tantangan tersebut, CitiAsia Inc. bersama mitra strategis seperti Waste4Change dan MIREKEL meluncurkan SIRKULAR – Sistem Informasi Tata Kelola Persampahan, sebuah platform digital terintegrasi yang menghubungkan pemerintah, masyarakat, dan operator persampahan. Melalui SIRKULAR, pengelolaan data, layanan, dan transaksi persampahan dilakukan secara digital, transparan, dan berkeadilan.

    Sistem ini mengusung konsep “rekening sampah” bagi masyarakat serta skema Rencana Induk Pengelolaan Sampah Layak Pembiayaan (RIPS) bagi pemerintah daerah. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi fondasi Smart Waste Management di berbagai kota Indonesia, memperkuat pilar Smart City, dan membuka peluang ekonomi hijau baru dalam ekosistem sirkular.

    Melihat urgensi isu ini, Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang—hotel bintang empat yang kini mengusung konsep Urban Soul Hotel—mengambil langkah konkret dengan menghadirkan pelatihan “Smart Waste Management with SIRKULAR System.”

    Hotel yang berlokasi di jantung Simpang Lima Semarang ini berkomitmen menjadi Center of Collaboration for Urban Sustainability, yakni pusat kolaborasi untuk keberlanjutan perkotaan.

    Pelatihan yang diinisiasi oleh General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel, Setya Teguh Yuwana, ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami dan mengimplementasikan pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis teknologi.

    Program pelatihan berdurasi dua hari ini menggabungkan seminar inspiratif, workshop interaktif, dan simulasi sistem digital. Materinya meliputi:

    • Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah Layak Pembiayaan (RIPS)

    • Strategi pendanaan dan reformasi tata kelola persampahan

    • Simulasi penggunaan aplikasi SIRKULAR

    • Studi kasus implementasi di daerah

    “Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi beban, melainkan peluang ekonomi yang bisa digerakkan melalui teknologi dan kolaborasi,” ujar Setya Teguh Yuwana.

    Senada dengan itu, CEO CitiAsia Inc., Fitrah Rahmat Kautsar, menambahkan bahwa SIRKULAR dirancang untuk menjadi sistem yang adil, transparan, dan berkelanjutan, agar setiap pihak—mulai dari pemerintah hingga masyarakat—dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah.

    Pelatihan ini diharapkan menjadi model pembelajaran dan praktik terbaik bagi berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi sektor publik dan swasta dalam bidang pengelolaan sampah, ESG (Environmental, Social, and Governance), serta green investment.

    Inisiatif ini sekaligus mempertegas komitmen Grand Arkenso Parkview Hotel terhadap keberlanjutan lingkungan kota dan semangat inovatif Semarang sebagai kota cerdas dan berwawasan hijau.

    Dengan menggandeng CitiAsia Inc., konsultan urban dan smart city terkemuka di Indonesia yang fokus pada digital governance, waste management, dan food resilience, Grand Arkenso Parkview Hotel tidak hanya menghadirkan layanan hospitality, tetapi juga menjadi bagian dari solusi nyata untuk masa depan kota yang lebih bersih, cerdas, dan berkelanjutan.

  • Grand Arkenso Parkview Semarang Hadirkan Program Pelatihan SDM Terpadu 'Learning with Soul, Growing with Arkenso'

    21/05/26

    Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia kerja akan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan adaptif, Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang meluncurkan program unggulan bertajuk “Learning with Soul, Growing with Arkenso”. Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan diri dan tim (personal & team growth) melalui pelatihan yang komprehensif, menyenangkan, dan berkelas.

    Dengan mengusung konsep urban soul hotel, Grand Arkenso Parkview tidak sekadar menjadi tempat menginap, tetapi juga pusat pembelajaran modern yang menyatukan pelatihan, meeting, dan leisure dalam satu paket lengkap. Program ini meliputi berbagai topik strategis seperti Working Motivation, Team Building, Leadership, Business & Sales Excellence, serta Scaling Up UMKM — seluruhnya dipandu oleh trainer berpengalaman dan berorientasi pada hasil nyata di lapangan.

    Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang siap membantu pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas SDM secara lengkap,” ujar Setya Teguh Yuwana AMd SE CHM, General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang

    “Kami menyediakan kamar hotel bintang 4, ruang meeting modern, hidangan makan dan coffee break, narasumber profesional, serta paket pelatihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.”

    Berlokasi di jantung Kota Semarang, Grand Arkenso Parkview menawarkan fasilitas premium yang menjadikan proses pembelajaran terasa lebih nyaman dan inspiratif. Ruang meeting modern, koneksi internet cepat, hingga suasana hotel yang elegan, menjadi nilai tambah tersendiri bagi peserta yang ingin menggabungkan aktivitas profesional dengan relaksasi.

    Lebih jauh, Grand Arkenso juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak melalui program Community & Tourism Development, termasuk Koperasi dan Tourism Business Coaching. Program ini diharapkan mampu menjadi one stop solution bagi instansi pemerintah, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, maupun komunitas yang ingin mengembangkan potensi SDM sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata dan UMKM daerah.

    Dengan konsep “Learning with Soul”, peserta tidak hanya diajak untuk belajar strategi bisnis dan kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan motivasi kerja dan nilai kebersamaan yang berkelanjutan. Grand Arkenso percaya, pelatihan yang efektif adalah pelatihan yang menyentuh sisi profesional sekaligus personal peserta.

  • Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang Dorong Kolaborasi Pentahelix melalui Center of Collaboration UMKM Pariwisata & Ekonomi Kreatif

    21/05/26

    Dalam momentum Hari Pariwisata Dunia yang diperingati setiap tanggal 27 September, Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang mengambil langkah penting dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra strategis. Agenda ini menandai implementasi nyata dari Center of Collaboration (CoC) UMKM Pariwisata & Ekonomi Kreatif yang diinisiasi hotel berbintang empat tersebut, sekaligus menegaskan peran sektor perhotelan sebagai katalis kolaborasi lintas sektor.

    Penandatanganan MoU melibatkan berbagai pihak kunci, antara lain STIE Totalwin Semarang, UMKM Kreasita, Gita Pesona Entertainment, Dewan Kesenian Kota Semarang, HIPMI Kota Semarang, serta Semarang Zoo. Kehadiran beragam mitra strategis ini mencerminkan konsep pentahelix collaboration—akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media—dalam membangun ekosistem pariwisata serta ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

    General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel, Setya Teguh Yuwana, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya menjadikan hotel sekadar penyedia layanan akomodasi, melainkan juga pusat kolaborasi dan pemberdayaan UMKM. “Center of Collaboration ini akan menjadi wadah untuk melahirkan inovasi, memperkuat daya saing UMKM, serta membuka peluang ekonomi baru melalui pariwisata dan ekraf yang berkelanjutan dan regeneratif,” ujarnya.

    Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang diwakili Sekretaris Dinas, Samsul, dalam sambutannya menegaskan bahwa Semarang memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat besar untuk dikembangkan. “Kami menyambut dengan sangat positif pembentukan CoC Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini. Semarang memiliki kekayaan potensi yang dapat didorong sebagai pengungkit ekonomi lokal sekaligus daya tarik wisata unggulan,” katanya.

    Adapun CoC UMKM Pariwisata & Ekonomi Kreatif akan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu:

    1. Planet – Mendorong praktik ramah lingkungan melalui penerapan green operation, pemanfaatan bahan lokal (local sourcing), hingga penerapan prinsip zero waste.
    2. People – Memberdayakan masyarakat dan pelaku UMKM melalui pelatihan, inkubasi, serta penyediaan ruang showcase produk.
    Prosperity – Menciptakan peluang ekonomi melalui pengembangan paket wisata, marketplace kurasi, serta akses permodalan.

    Dengan adanya MoU ini, Grand Arkenso Parkview Hotel bersama para mitra berkomitmen menjadikan CoC sebagai motor penggerak kolaborasi pentahelix yang berdampak luas. Bukan hanya menguntungkan hotel dan UMKM, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi Kota Semarang sebagai destinasi wisata berkelas dan berdaya saing tinggi.

    Grand Arkenso Parkview Hotel sendiri merupakan hotel bintang empat yang terletak di jantung Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simpang Lima. Dengan mengusung konsep Urban Soul Hotel, Arkenso terus bertransformasi menjadi lebih dari sekadar penyedia akomodasi, melainkan hadir sebagai institusi yang mengedepankan keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.

    Langkah strategis ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor perhotelan dapat berperan lebih besar dalam menggerakkan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, yang selaras dengan semangat Hari Pariwisata Dunia: membangun pariwisata berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama. 

  • Urban Soul Grand Arkenso Parkview Hotel

    01/10/25

    Grand Arkenso Parkview: An Urban Sanctuary in the Heart of Simpang Lima

    Located amidst the vibrant energy of Simpang Lima, Semarang, Grand Arkenso Parkview is more than just a place to stay; it is a sanctuary of calm within the city's hustle and bustle. We define ourselves as an Urban Soul Hotel—a concept that embraces the modern urban spirit while providing a space for every guest to reconnect with themselves.

    From elegant vintage designs to comprehensive lifestyle facilities, every corner is crafted with intention. Beyond the architecture, we strive to deliver a soulful experience through heartfelt hospitality and personalized service, ensuring every visit is not just a trip, but a memory that lingers in the soul.

    Bougenville Executive Lounge: Your Urban Healing Corner For those seeking a moment to unwind, the Bougenville Executive Lounge on the 6th floor serves as a dedicated healing corner. It is a space designed for reflection, relaxation, and rediscovering your inner balance.

    Three New Signature Creations: A Journey in Every Sip To complement the serenity of the Bougenville Executive Lounge, we have crafted three signature beverages that are more than just thirst-quenchers—they are reflections of life’s journey.

    • Java Soul Latte: A bold blend of premium espresso and smoky palm sugar. It symbolizes the harmony between the strong "bitterness" of ambition and the "sweetness" of peace, reminding us that the modern soul needs balance to remain whole.

    • Sunset City: Inspired by the warm hues of a Semarang twilight, this blend of spiced tea, fresh orange, and red ginger is a comforting embrace. It serves as a reminder that every sunset is not an end, but an opportunity for gratitude and renewed hope.

    • Arkenso Soul Cooler: A refreshing mix of light soda, aromatic lemongrass, honey, and mint. Designed as an antidote to the daily grind, every sip offers a meaningful pause to revitalize the body and awaken the spirit.

  • 5 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Semarang

    01/10/25

    Semarang bukan hanya kota transit di jalur utara Jawa, tetapi juga destinasi wisata dengan banyak kejutan. Dari sejarah kolonial, budaya yang beragam, hingga kuliner yang menggoda, kota ini menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan. Berikut adalah lima aktivitas seru yang bisa dimasukkan dalam daftar perjalanan Anda.

    1. Berjalan di Jejak Masa Lalu di Kota Lama Foto salah satu bangunan bersejarah di kota lama Semarang. Kawasan ini bagaikan kapsul waktu. Bangunan tua bergaya Eropa berdiri berjejer, sebagian telah bertransformasi menjadi galeri seni, toko antik, hingga kafe kekinian.Suasananya yang unik menjadikan Kota Lama sebagai tempat favorit bagi pemburu foto maupun wisatawan yang ingin merasakan Semarang tempo dulu.
    2. Menyimak Cerita di Balik Lawang Sewu Gambaran Lawang Sewu terlihat dari depan. Gedung ikonik di pusat Kota Semarang dengan arsitektur khas Belanda ini dulu digunakan sebagai kantor perkeretaapian. Kini, Lawang Sewu menjadi museum yang menampilkan koleksi tentang sejarah transportasi rel di Indonesia. Banyak wisatawan datang tidak hanya untuk belajar sejarah, tetapi juga menikmati keanggunan desain bangunannya yang fotogenik.
    3. Jantung Kota Semarang, Simpang Lima View simpang lima pada saat siang hari. Di bawah terik matahari, Simpang Lima menampilkan wajahnya yang ramai dan dinamis. Lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki saling berpadu, menciptakan pemandangan khas pusat kota Semarang. Di sekitar alun-alun, pengunjung bisa menikmati suasana perkotaan, berbelanja di pusat perbelanjaan sekitar, atau sekadar duduk di area hijau untuk melepas penat. Meski tanpa gemerlap lampu malam, kehidupan kota tetap terasa kuat di setiap sudutnya.
    4. Menyelami Kisah Laksamana Cheng Ho di Sam Poo Kong Foto bangunan bersejarah Sam Poo Kong nampak dari depan. Klenteng bersejarah ini adalah salah satu bukti hubungan budaya Tionghoa dengan masyarakat Jawa. Bangunan megah bercat merah dengan atap melengkung memberikan nuansa eksotis. Tempat ini sering dijadikan lokasi festival budaya, menjadikannya menarik tidak hanya bagi umat yang beribadah, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin memahami keberagaman Semarang.
    5. Menikmati Senja atau Lanskap Alam di Pinggiran Kota Suasana sore hari di salah satu pantai di Semarang. Bila ingin suasana lebih santai, Semarang memiliki opsi alam yang tak kalah indah. Pantai Marina menawarkan pemandangan matahari terbenam yang tenang, sementara Brown Canyon menyajikan tebing-tebing eksotis hasil proses alam dan aktivitas tambang. Keduanya memberikan warna berbeda dari sisi perkotaan Semarang

    Di Hotel Mana Anda Sebaiknya Menginap? Tampak depan Grand Arkenso Parkview Hotel.  Agar perjalanan lebih praktis dan nyaman, anda bisa memilih akomodasi yang strategis. Grand Arkenso Parkview Hotel, yang terletak tepat di kawasan Simpang Lima, bisa menjadi pilihan terbaik. Dari hotel ini, semua destinasi populer di atas mudah dijangkau. Ditambah dengan fasilitas modern, kamar yang nyaman, serta pemandangan langsung ke pusat kota, pengalaman menjelajahi Semarang akan terasa lebih lengkap.

  • Arkenso Weekend Tour Package!

    01/10/25

    Akhir pekan adalah waktu yang sempurna untuk melepas penat, tetapi terkadang kita bingung memilih kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berkesan.

    Semarang, dulu dikenal sebagai Venetie Van Java, memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang menawarkan banyak hal untuk dijelajahi. Namun, merencanakan perjalanan sendiri sering kali menyita waktu dan sulit.

    Untuk itu, Grand Arkenso Parkview Hotel menghadirkan Arkenso Weekend Tour Package, sebuah paket lengkap yang memadukan pengalaman menginap yang nyaman dengan wisata heritage paling ikonik di kota Semarang.

    Kenyamanan Menginap di Jantung Kota Menginap satu malam di Grand Arkenso Parkview Hotel berarti Anda berada tepat di kawasan Simpang Lima, pusat aktivitas kota Semarang.

    Hotel ini menawarkan kamar yang nyaman, sambutan hangat dengan welcome drink, makan malam yang lezat, sarapan pagi yang lengkap, serta late check-out hingga pukul 15.00 agar Anda dapat bersantai lebih lama sebelum memulai petualangan.

    Fasilitas yang Didapat :

    1. 1 malam menginap di Grand Arkenso Parkview Hotel (Twin Sharing)
    2. Welcome drink saat check-in
    3. Dinner (set menu atau buffet, sesuai jumlah peserta)
    4. Breakfast di restoran hotel
    5. City Tour Semarang Heritage dengan transportasi/shuttle
    6. Late check-out hingga pukul 15.00

    Destinasi Wisata yang Dikunjungi Paket tur ini membawa Anda ke beberapa ikon utama Semarang yang sarat makna sejarah dan budaya:

    1. Lawang Sewu Tampak Lawang Sewu dari bundaran Tugu Muda Semarang : Gedung bersejarah peninggalan Belanda yang terkenal dengan arsitektur megah 2 serta lorong jendela yang unik. Lawang Sewu menjadi simbol jejak bersejarah perkembangan perkeretaapian di Indonesia sekaligus daya tarik utama wisata sejarah di Semarang.
    2. Kota Lama Semarang Tampak Lawang Sewu dari bundaran Tugu Muda Semarang : Sering disebut sebagai “Little Netherlands”, kawasan ini menghadirkan suasana tempo dulu dengan deretan bangunan kolonial yang masih terjaga. Di sini, wisatawan dapat merasakan atmosfer klasik sekaligus spot favorit untuk berfoto.
    3. Sam Poo Kong Kemegahan Klenteng Sam Poo Kong dari Semarang :  Klenteng bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Laksamana Cheng Ho di Jawa. Perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa menjadikan tempat ini tidak hanya sebagai pusat religi, tetapi juga sebagai ikon toleransi budaya di Semarang.
    4. Pusat Oleh-Oleh “Djoe” Pamularsih Kemegahan Klenteng Sam Poo Kong dari Semarang : Kurang lengkap rasanya jika jalan-jalan tidak membawa oleh-oleh. Oleh karena itu, Perjalanan ditutup dengan kunjungan ke tempat belanja oleh-oleh khas Semarang yang selalu jadi favorit wisatawan. Di sini, Anda bisa menemukan aneka makanan legendaris seperti lumpia, bandeng presto, wingko babat, dan camilan lainnya.

    Itinerary :

    Hari 1 (Sabtu):

    • 14.00 – Check-in hotel
    • Menikmati fasilitas hotel & Healing Corner
    • 19.00 – Dinner bersama 5

    Hari 2 (Minggu):

    • 07.00 – Breakfast
    • 08.00 – 18.00 – City Tour ke Lawang Sewu, Kota Lama, Sam Poo Kong, dan Pusat Oleh-oleh Kota Semarang

    Harga Paket Rp 600.000 / orang (Minimal 4 peserta, maksimal 10 peserta)

    Informasi & Reservasi

    • Andy: 0821 3619 3341
    • Elyta: 0811 2718 852

    Dengan paket ini, Anda tidak hanya mendapatkan kenyamanan menginap, tetapi juga kesempatan mengenal lebih dekat Semarang melalui destinasi bersejarah dan ikoniknya. Akhir pekan Anda akan terasa lebih bermakna bersama Arkenso Weekend Tour Package.

    Mengapa Akhir Pekan bersama Arkenso? Seringkali banyak pengunjung yang mengeluhkan tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu liburan di semarang tanpa memiliki rencana yang matang. Hal ini yang akhirnya mendorong Grand Arkenso untuk menghadirkan solusi berupa Arkenso Weekend Tour Package.

    Dirancang agar Anda tidak perlu repot mengatur transportasi, memilih destinasi, atau mencari akomodasi. Cukup pesan sekali, Anda sudah mendapatkan kombinasi staycation nyaman dan wisata penuh makna yang bisa dinikmati bersama keluarga, teman, atau kolega.

  • Swimming Pool Temporarily Closed

    08/09/25

    Dear Valued Guests,

    Please be informed that our swimming pool is temporarily closed due to maintenance work. We sincerely apologize for any inconvenience this may cause and appreciate your kind understanding as we work to improve our facilities for your comfort and enjoyment.

    We will notify you as soon as the swimming pool is available again. For any questions or assistance, please contact our front desk team.

    Thank you for your patience and cooperation.

    Warm regards,
    Management